Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Pantun Pembukaan Salam dan Penutup Acara

Suatu kegiatan akan kondusif jika pembawa acara, dan para pengisi sambutan menyampaikan pantun. Baik di awal pembukaan saat memulai acara dan akhir sebagai penutup. Tak terkecuali bagi para pengisi di setiap sambutan. 

Menyampaikan pidato tepat jika mengucapkan pantun setelah salam dan diakhiri pantun sebelum salam penutup. Pantun pembukaan sebagaimana contoh dalam penggunaan di sampaikan dengan singkat dan lugas. 

Menyesuaikan waktu pada acara yang dihadiri. Begitupula saat penutup acara, menyampaikan pantun dengan mudah dan bersifat salam atau hiburan. Selain itu, menyampaikan pantun di khalayak publik, usaha memilih pantun yang berkesan. 

Banyak contoh pantun Melayu yang dapat digunakan. Membiasakan berpantun sesuai tempat dan kondisinya merupakan salah satu cara dalam melestarikan salah satu sastra Indonesia. 

Misalnya menyinggung suatu objek acara atau hiburan mengundang tawa penonton. Pantun sendiri sudah tak asing di telinga masyarakat Indonesia. Pantun adalah puisi lama Indonesia memiliki empat baris, terdiri dari 2 bait sampiran dan 2 bait bagian isi. 

Pantun dapat digunakan dalam berbagai kesempatan, baik dalam menyampaikan pidato pembukaan dan penutupan di acara resmi lainnya. Menggunakan pantun pembukaan di suatu acara disampaikan sebelum salam maupun sesudah salam.

Begitupun saat menyampaikan pantun di bagian akhir sambutan atau pidato, alangkah baiknya jika diakhiri dengan pantun penutup supaya suasana tidak kaku dan sedikit mengundang reaksi penonton. Acara lebih kondusif jika penonton diajak hiburan dengan menyampaikan pantun di sele-sela acara saat sambutan menyesuaikan waktu dan kesempatan. 

Berikut beberapa contoh pantun yang dapat digunakan saat mengisi acara, berpidato, dan menyampaikan sambutan kepanitiaan.

Contoh Pantun Pembukaan Acara:

Robbikum ya robbikum
Robbikum solllu'ala
Assalamualaikum
Salam pembuka kata

Jalan-jalan ke pagoda
Naik kapal sama keluarga
Apa kabar saudara semua
Semoga sehat dan bersahaja

Jalan-jalan ke tanah abang
Beli nasi di persimpangan
Kami ucapkan selamat datang
Para hadirin tamu undangan

Burung nuri terbang ke awan
Sampai di awan menangkap peri
Para hadirin sungguh menawan 
Wajah cakep indah berseri

Makan nasi sayurnya rendang
Dimakan sedap sangatlah senang
Kegiatan ini akan dikenang
Jangan bersedih mari berdendang


Contoh Pantun Penutup Acara:

Makan kerupuk sambil bersua
Nikmat syukur jangan di tanya
Saya tak bisa berlama-lama
Karena waktunya sudah tiba

Jalan-jalan ke sungai musi
Jangan lupa membeli cuka
Cukup sekian dari kami
Terimakasih dan sampai jumpa

Kuah kental santan kelapa
Dimasak dengan ikan tenggiri
Esok lusa kita berjumpa
Cukup sekian harap dimaklumi

Malam minggu duduk bersila
Makan roti bersama malam
Hati grogi kalau bersua
Karena hadirin berwajah kusam (*pantun hiburan­čśä). 

Robbikum ya robbikum
Robbikum sollu'ala
Wassalamualaikum
Salam penutup kata

Contoh pantun pembuka dan penutup tersebut, dapat digunakan saat menyampaikan pidato atau sedang mengisi acara baik di ruangan maupun di lapangan. Sesuaikan saja pada tempat dan kondisi. Berpantun sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia yang perlu dilestarikan. 

Cara penggunaanya cukup dipilih 1 bait pantun untuk pembukaan dan akhiri sebelum salam dengan 1 bait pantun penutup. Sesuaikan waktu acara, jika menyampaikannya dapat menggunakan 2 bait pembukaan dan 2 bait pantun penutupan tidak masalah.

Dalam berpantun dapat menggunakan pantun yang bermaksud untuk sapaan salam atau pula dengan pantun yang menghibur. Semua bisa berpantun yang penting memiliki sajak yang tepat. 

Pantun pembuka dan penutup perlu dimiliki setiap orang. Supaya saat menyampaikan sambutan atau berpidato dapat digunakan sebagaimana mestinya. Masih banyak contoh pantun pembuka dan penutup yang bisa digunakan.