Aturan Pertandingan Pencak Silat

Pencak silat merupakan Budaya Indonesia sebagai warisan budaya tak benda, yang di telah diakui dan ditetapkan oleh UNESCO. Pencak silat ini sudah ada sejak zaman dahulu sebagai tradisi leluhur.

Menjadi atlet pencak silat harus menjalani latihan dan pembelajaran agar dapat menguasai berbagai tehnik pertahanan dan serangan. 

Selain itu, para atlet silat harus memahami memahami aturan dalam pertandingannya. Berikut peraturan dasar dalam pencak silat:
  • Pertandingan pencak silat umumnya digelar di gelanggang. 
  • Gelanggang memiliki bidang 7 x 7 meter, yang berbentuk empat bujur sangkar.
  • Gelanggang harus dilapisi matras, ketebalannya ukuran maksimal 5 cm. 
  • Permukaan matras harus rata dan tidak memantul. Terdapat alas yang digunakan yaitu berukuran 9 x 9 meter dan tidak boleh licin.
  • Lomba di bidang laga harus berbentuk lingkaran, letaknya di dalam bidang.
  • Batas antara gelanggang dan bidang yang melebar ke arah luar yaitu 5 cm.
  • Warna kontras dengan permukaan gelanggang.
  • Bagian tengah bidang laga terdapat lingkaran berdiameter 2 meter dan lebar 5 cm. Sebagai batas pemisah pada perlombaan berlangsung.
  • Pertandingan pencak silat tebagai dalam tiga babak yang masing-masing memiliki waktu dua menit. 
  • Untuk waktu istirahat ialah satu menit saat pergantian babak.
  • Ketika wasit menghentikan pertandingan, maka waktu tidak termasuk dalam dua menit. 
  • Pemain yang jatuh akibat serangan tidak sah dari lawan main, ini tidak terhitung dalam waktu dua menit.
Pencak silat telah menjadi bidang olahraga, mengejar prestasi, dan sebagai cara dalam melestarikan Budaya Indonesia. Padepokan atau perguruan pencak silat tersebar di berbagai daerah di Indonesia.  

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel