Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Sejarah Batik Lampung dan Perkembangannya

Batik di daerah Lampung adalah salah satu pakaian yang memiliki corak indah dengan memakai motif yang sudah ada sejak zaman dahulu. Sebagai wilayah di sumatra bagian selatan, maka batik di daerah lampung dapat di tambahkan dengan motif yang beragam.
 
Daerah Lampung belakangan ini baru memiliki kain batik dijadikan sebagai bahan busana modern yang terus dikembangkan oleh para desainer. Terlihat motif batik yang khas menempel pada kain busana yang dirancang dengan kreatif hingga menghasilkan karya busana yang elegant, mewah, dan fasionable.

Perkembangan batik di daerah lampung hingga sekarang ini mulai beragam. Ini menandakan keberhasilan masyarakat dalam berupaya mengembangkan kain batik agar mampu menghasilkan pakaian yang lebih modern dan memiliki keindahan tersendiri.

Selain itu, peran dari para desainer terus merancang busana dengan bahan kain batik lampung yang tidak meninggalkan motif dari corak batik khas lampung sebagai utamanya, sampai menghasilkan produk yang bernilai jual. Untuk lebih mengenal sejarah batik lampung, mari kita simak penjelasnya berikut ini:

1. Sejarah Batik Lampung.

Untuk Batik lampung sendiri baru muncul dari tahun 2012 lalu. Dimana tahun ini merupakan waktu yang begitu membanggakan disaat para menteri memakai pakaian batik khas daerah lampung pada saat berlangsungnya kegiatan kerja, sehingga mampu menarik perhatian banyak kalangan terhadap batik khas lampung tanpa menghilangkan motif batik warisan zaman dahulu.

Semakin mencuatnya kain batik lampung sehingga membuat orang lain teringat akan kreatifitas nenek moyang zaman dahulu. Dimana banyak masyarakat yang mulai tertarik memakai batik khas daerah Lampung untuk dijadikan sebagai bahan dalam ide fashion, khususnya para kalangan desainer yang membuat busana pria dan wanita.

Sejarah menyebutkan dalam referensi lain mengenai motif batik Lampung telah disebutkan bahwa provinsi lampung sendiri sudah mengenal seni kain dimulai dari abad ke 18 sebelum daerah ini dibentuk menjadi Provinsi. 

Sedangkan pada tahap perkembangan motif batik lampung ini diperkirakan sejak tahun 1970 oleh seorang budayawan yaitu Andrean Sangaji. Beliau juga terlibat dalam mempopulerkan motif batik seperti motif perahu, pohon hayat atau biasa disebut dengan pohon kehidupan yang telah dipengaruhi oleh kebudayaan hindu-budha pada masa kerajaan sriwijaya di Palembang, Sumatera Selatan. 

Diketahui bahwa Motif batik yang ada di daerah lampung yang telah berkembang hingga saat ini ialah hasil motif yang dimodifikasi atau telah dikreasikan agar dapat menambah kekayaan ragam jenis motif batik khas daerah. Ini bertujuan supaya para pecinta batik di seluruh indonesia memiliki banyak pilihan. Seperti contoh motif gamolan, motif kupu-kupu, motif siger, dan motif gajah.

Adanya kreasi motif batik khas lampung tersebut membuat masyarakat lampung bangga dengan banyaknya pilihan motif yang dapat digunakan dan di kembangakan secara bertahap. 

Motif batik khas lampung yang masih ada hingga saat ini adalah motif kain sembagi yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk upacara adat tertentu dan dipakai pada saat menutup mayat orang yang yang meninggal dunia.

2. Perkembagan Batik Lampung Masa Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P

Semakin cepatnya perkembagan batik khas lampung yang mulai banyak menjadi perhatian masyarakat kalangan yakni disaat Mantan gubernur lampung, Bapak Sjachroedin Z.P. dimana memiliki makna dengan filosofi khusus yakni batik lampung yang lebih menunjukkan identitas bagi Provinsi Lampung.

Pada intinya adalah bahwa batik lampung ini ada dikarenakan telah dikembangkan secara bertahap atas dasar bisnis. Dimana lebih menonjolkan ciri khas daerah dari lampung itu sendiri. Mencuatnya ketenaran batik lampung dimana batik Lampung semakin populer disaat mantan presiden RI yakni bapak Susilo Bambang Yudhoyono
menghadiri acara HIMPI di daerah Lampung yang menggenakan pakaian batik khas daerah.

Semoga batik daerah Lampung disukai banyak kalangan, mengingat motif dan pola mampu memberikan kesan yang elegant,  tidak menghilangkan motif utama yang sudah sejak dahulu seperti motif bunga seroja, dan motif tumbuhan lain sebagai rujukannya.