Apa Yang Dimaksud Dengan Adat Saibatin?

Masyarakat Saibatin dan Pepadun di daerah Lampung. Adat dan budaya yang unik warisan zaman dahulu. Untuk perbedaan keduanya terletak pada Bahasa Dialek, Motif Pakaian Adat, Tradisi Upacara Ke adatan, Silsilah Keturunan, dan Daerah Tinggal.

Namun, apabila membahas mengenai Perbedaan dari Sistem Adatnya, maka kedua masyarakat ini merujuk ke tradisi, termasuk pada upacara pernikahannya. Inilah pembahasan yang selalu muncul dalam pertanyaan soal di mata pelajaran Muatan Lokal Bahasa daerah Lampung.

Apa Yang Dimaksud Dengan Adat Saibatin?

Saibatin adalah Masyarakat Lampung yang tinggal di daerah pesisir pantai. Kehidupan tempat tinggal masyarakat saibatin memang mendiami di daerah pantai. Mereka memanfaatkan lautan untuk mencari nafkah, dan ladang untuk berkebun didalam hutan.

Lalu apa yang dimaksud dengan Adat Sai Batin?, Dimanakah letak perbedaannya dengan Adat Pepadun?.

Adat Saibatin adalah tradisi budaya yang diwariskan secara turun temurun dan selalu dilakukan berdasarkan kebiasaan yang sudah di terapkan sejak dahulu. 

Selain itu, Pakaian adatnya pun juga berbeda. Dimulai dari Siger sebagai Mahkota dan Kopiah dari pengantin. Jika dalam Adat Sai Batin Sigernya terdiri dari 7 Lekukan dan Siger Pepadun memiliki 9 Lekukan. Kedua jenis siger untuk hiasan kepala pengantin.

Warna Pakaian Adat Saibatin yakni merah dan Hitam. Sedangkan untuk pepadun berwarna putih. 

Sebelum dan sesudah acara pernikahan dilaksanakan, maka dilakukan Arak-arakan. Pengantin akan didampingi oleh kerabat dan bujang gadis yang sudah berdandan rapih. 

Perempuan bertugas bernyanyi dengan nada khas mendayu-dayu sedangkan laki-laki memainkan tabuhan rebana, kulintang, dan menari tarian Hadra.

Tujuannya adalah untuk memberikan kabar bahwa inilah pengantin yang akan dinikahkan atau yang telah di nikahkan. Keduanya berjalan pelan bersama rombongan dengan payungan dan diapit para dayang-dayang yang disebut "Kebaghu".

Biasanya Kebaghu diambil dari Gadis (Muli) dan Bujang (Mekhanai) yang betugas mendampinginya pengantin secara bersebelahan, atau dibelakang pengantin sembari mengipasi dan sebagai media komunikasi dari pengantin. (Sumber foto: @lestarydp)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel