Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Masyarakat Lampung Pepadun dan Saibatin

Masyarakat Lampung terdapat istilah sebutan yaitu Pepadun dan Saibatin. 
Lampung Pepadun dan Saibatin menjunjung persatuan. Kehidupan masyarakat lampung juga dikenal sangat unik mulai dari adat istiadat, dan warisan budaya leluhur yang sangat beragam. 

Budaya yang selalu dijunjung dan dilestarikan guna mempertahankan warisan nenek moyang sejak zaman kerajaan Sriwijaya di wilayah Sumatera yang terus di kembangkan dan dilestarikan bersama.

Provinsi lampung dengan ibukota Bandar Lampung semakin mengalami kemajuan. Didukung peran dari masyarakat dan pimpinannya yang terus bersinergi membangun daerah Lampung semakin mengalami perubahan menuju kemajuan.

Perubahan inilah menjadikan dampak positif bagi seluruh masyarakat yang tinggal di Provinsi Lampung. Jika dari segi budayanya, Pemerintah Provinsi Lampung juga selalu melakukan berbagai kegiatan positif salah satunya yakni acara festival kebudayaan guna melestarikan adat dan Budaya warisan leluhur.

Masyarakat Adat Pepadun dan Saibatin

Perbedaan antara masyarakat lampung Pepadun dengan Saibatin ini sebagai bukti bahwa keberagaman dan keunikan tradisi yang sudah turun temurun. Berbeda bukan berarti harus terpecah belah melainkan sebagai bentuk cara masyarakat lain agar lebih mudah mengenalinya.

Masyarakat lampung menjunjung tinggi rasa persatuan dan kebersamaan dalam kekeluargaan. Maka tak heran jika keduanya hidup rukun, tentram, dan damai.

Untuk memberikan pemahaman sebagai pengetahuan anda agar mudah dalam membedakan antara masyarakat lampung pepadun dan saibatin, maka Ada 5 hal yang dapat anda jadikan sebagai rujukan :

Bahasa Dialek

Hal yang paling mudah bagi anda dalam mengetahui antara lampung pepadun dengan saibatin dari segi bahasa yang digunakan. Lampung pepadun menggunakan dialek O, sedangkan Lampung Saibatin yakni Dialek A.

Contoh bahasa yang digunakan Dialek A dan O;
  • Lampung Pepadun: "Sapa Geghal mu?" Artinya "Siapa namamu?". Contoh lain: Nuwo artinya "rumah".
  • Lampung Saibatin "Sapa Gelakh mu?" Artinya "Siapa namamu?". Rumah dialek A yakni "Lamban".
Pakaian Adat

Selain bahasa dialek, anda dapat mengetahuinya dari Pakaian adatnya. Jika masyarakat lampung pepadun berwarna putih. Mahkota siger berjumlah 9 lekukan untuk pengantin wanita, dan Kopiah kuning emas untuk mahkota laki-laki. Kemudian sarung songket utama sebagai kain kebanggan.

Sedangkan untuk Lampung Saibatin, mahkota siger berjumlah 7 lelukan dengan pakaian adat seperti pernikahan identik dengan warna merah dan warna hitam dengan sarung songket kebanggan warisan leluhur sejak zaman dahulu.

Tempat tinggal

Selanjutnya ciri untuk mengenali yang dapat anda lihat yakni dari segi tempat tinggal. Dimana masyarakat lampung pepadun mendiami di daerah dataran tinggi. Untuk saibatin yang tinggal di daerah pesisir pantai. Maka tak heran jika banyak yang menyebutnya daerah pesisir karena berada di pesisir pantai di wilayah sumatera bagian selatan.