Masyarakat Lampung Pepadun dan Saibatin

Masyarakat Lampung terdiri dari 2 suku asli yang tinggal di Tanah Sai Bumi Rua Jurai yakni masyarakat lampung Pepadun dan Saibatin. Keduanya hidup rukun secara berdampingan bersama penduduk pendatang yang sudah menetap di Provinsi Lampung. 

Kedua suku ini hidup dengan menjunjung tinggi Falsafah Ulun Lampung yang disebut "Piil Pesenggiri" sebagai tata cara hidup dan harga diri yang sejak dahulu dijadikan sebagai pedoman hidup di tengah-tangah masyarakat.

Suku Lampung Pepadun dan Sai Batin menjunjung persatuan, rasa persaudaraan, dan saling bekerjasama. Kehidupan masyarakat lampung juga dikenal sangat unik mulai dari adat istiadat, dan warisan budaya leluhur yang sangat beragam. Budaya yang selalu dijunjung dan dilestarikan guna mempertahankan warisan nenek moyang sejak lama.

Provinsi lampung dengan ibukota Bandar Lampung semakin mengalami kemajuan. Didukung peran dari masyarakat dan pimpinannya yang terus bersinergi membangun daerah Lampung semakin mengalami perubahan menuju kemajuan.

Perubahan inilah menjadikan dampak positif bagi seluruh masyarakat yang tinggal di Provinsi Lampung. Jika dari segi budayanya, Pemerintah Provinsi Lampung juga selalu melakukan berbagai kegiatan postif salah satunya yakni acara festival kebudayaan guna melestarikan adat dan Budaya Lampung.
Disaat penyelenggarannya tiba, maka deretan budaya lampung akan di tampilkan dengan unik dan meriah. Disnilah anda akan menyaksikan berbagai keindahan Budaya Lampung, sehingga dapat dengan mudah untuk membedakan antara masyarakat suku lampung Pepadun dan Saibatin.

Masyarakat Adat Pepadun dan Saibatin

Perbedaan antara masyarakat lampung Pepadun dengan Saibatin ini sebagai bukti bahwa keberagaman dan keunikan tradisi yang sudah turun temurun. Berbeda bukan berarti harus terpecah belah melainkan sebagai bentuk cara masyarakat lain agar lebih mudah mengenalinya.

Masyarakat lampung menjunjung tinggi rasa persatuan dan kebersamaan dalam kekeluargaan. Maka tak heran jika kedua suku lampung ini hidup rukun, tentram, dan damai di Bumi Lampung.

Untuk memberikan pemahaman sebagai pengetahuan anda agar mudah dalam membedakan antara masyarakat lampung pepadun dan saibatin, maka Ada 5 hal yang dapat anda jadikan sebagai rujukan dan sebagai ciri-ciri dari kedua suku ini yakni:

Bahasa Dialek

Hal yang paling mudah bagi anda dalam mengetahui antara lampung pepadun dengan saibatin dari segi bahasa yang digunakan. Lampung pepadun menggunakan dialek O, sedangkan Lampung Saibatin yakni Dialek A.

Contoh bahasa yang digunakan Dialek A dan O;
  • Lampung Pepadun: "Sapa Geghal mu?" Artinya "Siapa namamu?". Contoh lain: Nuwo artinya "rumah".
  • Lampung Saibatin "Sapa Gelakh mu?" Artinya "Siapa namamu?". Rumah dialek A yakni "Lamban".
Pakaian Adat

Selain bahasa dialek, anda dapat mengetahuinya dari Pakaian adatnya. Jika masyarakat lampung pepadun berwarna putih. Mahkota siger berjumlah 9 lekukan untuk pengantin wanita, dan Kopiah emas untuk mahkota laki-laki. Baca: Perbedaan Siger Sai Batin Dengan Siger Pepadu 

Sedangkan untuk Lampung Saibatin, mahkota siger berjumlah 7 lelukan dengan pakaian adat seperti pernikahan identik dengan warna merah. Kopiah mahkota laki-laki disebut "Ketupung runcing".

Tempat tinggal

Selanjutnya perbedaan yang dapat anda lihat yakni dari segi tempat tinggal. Dimana masyarakat lampung pepadun mendiami di daerah dataran tinggi. Sebaliknya berbeda dengan masyarakat lampung saibatin yang tinggal di daerah pesisir pantai. Maka tak heran jika banyak yang menyebutnya daerah pesisir karena berada di pesisir pantai.

Kehidupan Sosial

Dilansir dari laman: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/lampung-sai-bumi-ruwa-jurai/ bahwa:

Suku Lampung Saibatin (Pesisir) merupakan cikal bakal suku Lampung di Indonesia, hal ini dibuktikan dengan adanya kerajaan Sekala Bekhak di Lampung Barat.

Itulah 5 ciri yang dapat anda gunakan dalam mengamati kedua suku yang ada di lampung yakni Pepadun dan Saibatin. Informasi ini bertujuan memberikan pengetahuan mengenai suku yang ada di lampung. Jika anda sudah memahami letak perbedaannya maka sangat mudah anda mempromosikan dengan menjelaskan bahwa Lampung itu unik.
Biasanya dalam mata pelajaran muatan lokal disebutkan pertanyaan seperti "Apa ciri masyarakat lampung pepadun dengan saibatin?, Semoga bisa menjadi refrensi tambahan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel