Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ngambon Tradisi Memetik Getah Damar Di Lampung

Pohon damar merupakan kebanggan bagi masyarakat lampung karena sebagai hasil perkebunan. Kehadiran pohon damar dianggap sebagai berkah bagi masyarakat sebagai warisan kekayaan nenek moyang sejak zaman dahulu. Adanya pohon damar sebagai salah satu mata pencaharian masyarakat Lampung salah satunya di daerah Pesisir Barat.

Selain getahnya yang dapat menghasilkan uang ternyata pohon damar setelah besarnya dapat dijual untuk bahan membuat rumah. Pohon damar ini memiliki banyak kegunaan dan manfaat bagi masyarakat selain sebagai bahan pembuatan peralatan rumah tangga seperti lemari, meja, kursi, kerangka rumah dan sebagainya.

Pohon Damar sebagai harta kekayaan yang mampu tumbuh hingga 80 tahun lebih yang dapat diwariskan kepada anak cucu berikutnya. Sehingga tak heran di pesisir barat, pohon ini sangat banyak dan mudah ditemukan mulai dari yang kecil hingga yang sudah berumur puluhan tahun.

Ketika sudah tumbuh sebesar pinggang orang dewasa, batang pohon damar akan dilubangi agar dapat mengeluarkan getahnya. Getah damar ini langsung di petik dengan menggunakan patel, sempalung, dan ambon yang kemudian langsung dijual.

Cara Memetik Getah Damar dan Peralatan 

Memetik getah damar memang gampang-gampang susah, intinya anda harus belajar agar bisa lebih santai dan tepat. Nyukut Damar berarti memetik dibagian bawah saja tanpa memanjat, sedangkan ngunduh damar ialah memetik getah damar hingga memanjatnya.

Saat proses ngunduh damar dilakukan maka dilakukan dua cara. Jika pohon damar tidak sampai atasnya, maka cukup di petik dengan posisi berdiri sesuai jangkauan. Namun, jika pohon damar sudah dilobangi sampai ke atas maka harus di petik dengan cara di panjat. Cara ini disebut "Ngambon" atau memanjat damar.

Tekhnik ngambon ini berupa memanjat pohon damar dengan mengunakan Rotan. Rotan ini bervariasi, ada yang di anyam atau hanya sebilah rotan yang di belah. Tergantung kenyamanan bagi yang memetik dengan cara dipanjat.

Perlatan yang dibutuhkan:

Perlatan yang dibutuhkan saat memetik damar cukup ringan. Berupa perkakas dan perlengkapan lainnya. Dalam memetik damar di pesisir barat dikenal dengan istilah "ngunduh damar", dimana memiliki arti memetik damar.

Peralatannya memetik getah tak jauh berbeda dari menyadap getah karet. Untuk itu, berikut peralatan memetik damar di daerah Pesisir Barat.

1. Patel/Kapak

Masyarakat krui menyebut perkakas untuk memetik getah damar ini berupa patel atau sebutan kapak. Jika di daerah pugung dikenal dengan patel, dan sebagian masyarakat pesisir barat menyebutnya kapak.

2. Sempalung/tembilung

Sempalung/tembilung digunakan sebagai menampung getah damar yang dipetik langsung dari pohonnya. Sempalung ini berasal dari takung atau pelepah daun pinang yang sudah tua. Sehingga dibentuk kerucut dengan rapih dan diberi tali untuk memudahkan dalam membawanya. Namun, sekarang ini masyarakat banyak yang sudah beralih menggunakan bakul, atau dari ember.

3. Ambon

Ambon berasal dari rotan yang sudah dibersihkan. Rotan kemudian dibelah, lalu dianyam atau hanya 1 belah saja tergantung kenyamanan bagi yang menggunakan. Ambon ini akan di lingkarkan di pohon damar kemudian diikatkan hingga ke badan lalu memulai memajat dan metik getah damar dibagian atas yang sulit dijangkau dari bawah.

4. Karung

Karung sebagai tempat untuk menampung getah damar yang dilimpahkan dari sempalung/tembilung. Semua getah damar hasil petikan dikumpulkan melalui sempalung yang dimasukan ke dalam karung. Jadi, apabila sempalung sudah penuh dan sudah terasa sulit maka tinggal dikumpulkan kedalam karung.

5. Bebalang

Bebalang adalah alat untuk membahwa karung yang berisi damar. Apabila bebalangnya besar dan masih ada ruang, maka dimasukkan peralatan memetik damar tersebut. Sehingga bebalng ini berfungsi untuk meringankan setiap orang yang akan membawa semua barang-barang.
(Foto: @kruitourisme)