Kakiceran Warisan Budaya Tak Benda Di Pugung Pesisir Barat

Kekiceran merupakan Warisan Budaya Tak Benda yang ada di Kabupaten Pesisir Barat. Kegiatan ini digelar 3 marga yakni Marga Pugung Malaya, Marga Pugung Penengahan, dan Marga Pugung Tampak. 3 Marga yang berada di kecamatan Lemong dan Kecamatan Pesisir Utara.

Kekiceran menampilkan jenis tarian adat dan cipta. Para Penari disebut Anak Tari dan Pemain musik tabuhan rebana, tata rias dan busana disebut Guru Tari. 

Kegiatan acara Kekiceran melombakan tarian. kategori Tari adat (Tarian Nyambai) dan Tari Cipta. kegiatan ini dilaksanakan pada malam hari, mulai pukul 19:00 Wib sampai dengan selesai. 

Kakiceran Tradisi Perlombaan Seni Tari Di Pesisir Barat

Tradisi ini berupa lomba tari tarian daerah Lampung yang dikemas sangat menarik, untuk peserta mulai dari anak-anak SD hingga SMP dan di dampingi oleh guru tari. Setiap desa di 2 Kecamatan ini akan berkeliling mengisi undangan acara sebagai peserta lomba berdasarkan undangan yang telah diterima oleh pihak karangtaruna.

Saat giliran untuk pentas maka Guru Tari akan di bagi tugas. Ada yang bertugas mempersiapkan peralatan tari, bertugas sebagai tatarias dan wardrobe, bernyanyi, dan bertugas memainkan alat musik Tabuhan Rebana untuk mengiringi Anak Tari saat pentas di arena.

Setiap malam kekiceran dalam merayakan hari raya Idul Fitri selalu ramai dikunjungi warga. Tak hanya itu saja, ajang kakiceran ini sebagai wadah untuk bersilaturahmi antar sesama rekan dan para keluarga dari rantauan. Berkumpul disekitaran Arena dan saling bersendagurau.

Sekitar 1 minggu acara Kekiceran ini berlangsung yang bergantian setiap pekon atau desa. Mulai dari malam pertama diadakan acara ini yaitu di Pekon Malaya, Pekon Bambang dan dari Pihak Marga Tampak yang dilakukan dengan sistem Undian Pekon. Jadi, dalam 1 malam ada 3 Pekon/Desa yang menyelenggarakannya.

Tarian Khas Lampung Dalam Tradisi Kekiceran Masyarakat Pugung Pesisir Barat

Acara ini di dilakukan oleh Pemuda/i atau kinerja dari para Muli Mekhanai. Mulai dari Konsep Acara, Pendanaan yang melibatkan Pemeritnah daerah maupun swasta, dan dilakukan sumbangan dari seluruh masyarakat baik berupa uang dan makanan. Saat semua terkumpul, maka akan di kelola oleh Panitia karangtaruna.

Ajang ini juga dapat dikatakan sebagai Lomba Tari antar kampung. Nantinya yang keluar sebagai juara dengan Kategori masing-masing akan mendapatkan hadiah berupa tropi bingkisan dan uang tunai tergantung dari Pihak Panitia, termasuk  bisa berupa binatang ternak.

Tradisi Kekiceran memang menampilkan berbagai bentuk gerakan tari. Para peserta akan mengambil undian nomor, untuk menentukan siapa yang akan tampil sesuai urutan. Untuk aturannya, Bagi group peserta yang mendapakan nilai Genap akan menampilkan Tarian Wajib dan yang mendapatkan nomor Ganjil menampilkan Tarian Cipta.

Untuk itu, jika aturannya 1 kali putaran maka masing-masing menampilkan tarian sesuai dengan nomor dan ketentuan. Namun, jika aturan panitia 2x Putaran Maka setiap kelompok akan menampilkan masing-masing Tarian Adat dan Tarian Cipta.

Untuk tarian yang dilombakan ada 2 Jenis, yaitu:

1. Tarian Wajib yaitu Tari Sambai/Nyambai. Tarian adat lampung yang khas dengan gerakan, dan hanya di iringi oleh ketukan musik rebana saja tanpa lirik lagu.

2. Tarian Cipta yaitu: Tarian yang di iringi iringan musik dan lagu wayak lampung yang berfungsi sebagai memberikan penjelasan dari kisah yang di sampaikan melalui tarian tersebut. Biasanya lagu pengiringnya dipadukan dengan pantun yang bersajak AbAb, AAAA, AABB.

Intulah informasi mengenai Budaya Kekiceran. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel