Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Pengertian Pribahasa Lampung, 13 Contoh dan Kegunaannya

Pribahasa atau Sesikun dalam Bahasa Daerah Lampung beserta artinya sangat mudah dipahami. Pribahasa adalah suatu kalimat yang diringkas secara padat dan jelas yang berisi pandangan hidup, perbandingan, perumpamaan, berisi nasehat.

Kegunaannya sebagai prinsip mengenai aturan tingkah laku yang disampaikan dalam bentuk sindiran yang terjadi di kehidupan sosial bermasyarakat. 

Pribahasa Lampung sendiri juga memiliki arti dan makna yang sama dengan Pribahasa pada umumnya. Hanya saja, Pribahasa nya menggunakan Bahasa Daerah Lampung.

Pengertian Pribahasa

Pribahasa adalah kalimat-kalimat ringkas, padat yang berisi perbandingan perumpamaan, nasehat, prinsip dalam kehidupan sosial. Makna Pribahasa terdiri dari kelompok kata yang tersusun dan bersifat tetap, bidal, dan pepatah.
Pribahasa memiliki arti khusus atau kias. Mempunyai makna yang tersirat di setiap baitnya yang berkaitan dengan sikap dan perlakuan manusia. 

Hal tersebut digambarkan melalui berbagai situasi dan kondisinya misalkan Pribahasa Lampung yang membahas mengenai sikap dan perlakuan manusia dalan kehidupan sehari-hari.

Pengertian Pribahasa Lampung Atau Sasikun

Peribahasa Lampung dikenal dengan istilah Sesikun. Sesikiun adalah sastra lisan Lampung yang memiliki makna kiasan. Pada masyarakat Lampung terdapat istilah Pribahasa yang dikemas dalam bentuk Bahasa Lampung dan dipakai oleh masyarakat Lampung.

Pribahasa atau Sasikun Lampung sendiri juga masuk dalam bentuk Sastra Lisan Lampung. Hal ini masuk dalam pembelajaran muatan lokal yang terus di kaji guna memberikan pemahaman atas isi dan makna yang tetera dalam setiap Pribahasa yang ada.

Pribahasa lampung dalam kalimatnya juga mengandung unsur motivasi atau inspirasi dalam pembelajaran hidup. Pribahasa lampung sejak zaman dulu digunakan masyarakat sebagai perumpaan dalam bercerita dan berkumpul. Pribahasa lampung juga memiliki sifat yang merujuk sebagai pujian, namun ada pula yang bermakna buruk untuk sindiran pula kepada orang yang berprilaku tercela.

Penggunaan Pribahasa Lampung juga memiliki kalimat yang baku, tertata, dan jelas. Hal ini berbeda pada kalimat Pantun/Puisi, atau wayak lampung  yang tak bisa digunakan dengan istilah majas. Sebab, jika tidak dengan bahasa baku, maka arti dan makanya akan tidak sesuai. 

13 Contoh Pribahasa Lampung/ Sesikun Dialek A dan O

Untuk mengetahui Pribahasa Lampung/Sesikun tersebut, lihat contoh pribahasa Lampung dialek A Beserta arti dan maknanya berikut ini:

#Dialek A

1. "Juk Adu Kena sekandang bumi", artinya: seperti sudah terkena sekandang bumi. Maknanya adalah: sudah bingung dan tak sadarkan diri sehingga tak jelas arah.

2. "Utoh Ki gaya, buduit mawat", artinya sudah bergaya, berduit tidak. Maknanya adalah: Gaya sudah luar biasa, tapi tak berduit.

3. "Melagak Kidang Rumas", artinya: bergaya tapi susah, maknanya yaitu: Sudah bergaya seperti orang punya, padahal hidup susah.

4. " Kik Cawa Nangun mababetik, Kidang Perangai Mak kebenoran", artinya: perkataanya sangat bagus, tapi perilaku sangat buruk. Maknanya adalah: perkataan yang tak sesuai dengan prilakunya.

5. "Bung Mak Jaoh Jak Rumpun", artinya: Bung (tunas muda bambu: bahasa Lampung) yang tumbuh tak jauh dari rumpunnya. Maknanya adalah perangai anak yang tak jauh berbeda dari orangtuanya.

#Dialek O

6. Ghiwon angkon (saling perduli antar sesama). Maknanya yakni kita harus selalu memperdulikan orang-orang disekitar kita seperti keluarga, saudara, teman, dan kerabat.

7. Himpun muaghi (kerukunan dalam persaudaraan). Maknanya Dalam hidup kita selalu rukun dan damai secara kekeluargaan.

8.  Sengol mufakat (satu dalam kemufakatan). Maknanya yakni Haris bersatu dengan komitmen yang sama sesuai tujuan cita-cita bersama.

9. Sesakai daleh sumbaiyan (menjunjung tinggi jiwa sosial). Makanya adalah menanamkan jiwa terbuka dan saling berbaur ditengaj masyarakat.

10. Dang seanggunggak pangkalan mandi (hidup dalam kemajuan tanpa menjatuhkan lawan). Maknanya adalah bersaing dengan positif dan menghindari perselisihan.

11. Buadab ghek Buadat (memiliki adab dan karakter yang menjadi harga diri). Maknanya yakni menanamkan sikap yang baik dan selalu beretika, hormat menghormati antar sesama.

12. Ungkuh angkah daleh tumak ninah (berprilaku sopan dan santun). Maknanya sikap yang selalu berbudi pekerti luhur dengan sopan dan santun.

13. Dan masih banyak lagi..

Itulah info terkait Pengertian Pribahasa Lampung/ Sasikun dan Contoh Dialek A dan O. Silahakan pelajari dan ajarkan kepada rekan anda.

Contoh peribahasa Lampung yang tertera diatas dapat anda gunakan dan di pelajari dalam kehidupan sehari-hari atau pelajaran sekolah. selain itu, anda juga dapat memaknainya dengan baik dan benar.

Kegunaan Pribahasa/Sasikun Lampung

Sesikun/ Pribahasa Lampung digambarkan berdasarkan prilaku masyarakat, baik yang positif atau negatif. Celotehan ini muncul berdasarkan fakta yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Perlunya memahami dan mempelajari budaya daerah, termasuk peribahasa dalam bahasa Lampung/Sesikun untuk melestarikan kekayaan budaya warisan zaman dahulu. Terlebih bagi masyarakat yang tinggal di daerah Lampung.

Pribahasa tersebut digunakan disaat berkumpul rekan, belajar muatan lokal, kemudian saat terlintas dalam obrolan sembari menilai seseorang yang dimaksudkan. 

Contoh penggunaanya ketika seseorang bermaksud menyindir, dan memuji dengan sengaja saat melihat, dan membahas seseorang yang dimaksudkan.