Tari Hadra Tradisi Masyarakat Lampung Pada Upacara Pernikahan

Sigerblogger.com - Tari Hadra merupakan salah satu tari warisan khas masyarakat lampung khususnya Sai Batin. Tarian ini digunakan pada saat upacara pernikahan yang di tampilkan pada saat mengarak pengantin dan pihak keluarga sampai menuju tempat ijab kabul.

Tari Hadra dibawakan secara berpasangan oleh para mekhanai atau bapak-bapak. Jumlah peserta penari ini tidak menentu, semakin banyak semakin bagus. Tari Hadra juga sangat beragam dan memiliki kreasi yang unik. Untuk dasar tariannya sama mulai dari gerakannya, namun perbedaannya terdapat pada kreasi dari pariasinya.

Masyarakat krui, pesisir barat memang masih menggunakan tarian ini khususnya dalam upacara pernikahan. Saat menjemput pengantin untuk dinikahkan maka sambil diarak akan ada sesi untuk pentas para penari. Gerkan dasar Tari Hadra ini seperti gerakan pencak silat yang ditarian dengan penuh seni.

Tari Hadra Tradisi Masyarakat Lampung Pada Upacara Pernikahan

Setiap upacara pernikahan digelar maka akan dihadirkan para penari sebagai bentuk tradisi yang terus dilakukan. Saat ini para penari hadra memang tergolong langka sehingga tak heran jika bapak-bapak yang sudah lanjut usia yang selalu tampil.

Uniknya Tari Hadra ini memang khusus dibawakan oleh kaum laki-laki, mereka akan menggenakan sermagam jas dan kopiah beserta kain tumpal atau kreasi seragam dari bahan talis. Gerakan yang ditarikan akan penuh irama secara bersamaan.

Lampung memang memiliki banyak budaya dan seni yang memang layang untuk terus digali dan di promosikan. Budaya lampung dan kekayaan alam yang masih banyak belum terekspose membuat provinsi lampung dikenal dengan "The Treaser Of Sumatera".

Jika membahas mengenai budaya memang tak akan ada hentinya. Lampung memiliki keragaman budaya yang unik dan tentu harus dipertahankan. Sebagai warisan budaya yang sudah lama menjadikan peran masyarakat untuk terus berupaya dalam melestarikannya. Baca juga: Tradisi Baya Pada Masyarakat Lampung Yang Harus Dijaga

Di lampung sendiri memang banyak budaya yang hampir tersingkirkan mulai dari seni tari, puisi lama, dan kegiatan adat lainnya. Untuk menangani masalah tersebut perlu sinergi antara masyarakat dengan pemerintah daerah untuk berupaya memperkenalkan secara luas.

Pentingnya pembinaan dalam mengenali dan mempelajari tentang budaya lampung agar tak tersingkirkan oleh zaman. Jika sinergitas dari bebrbagai pihak bersatu dengan membuat konsep pengenalan budaya lampung maka kedepan para generasi penerus akan selalu memahaminya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel