Makna Falsafah Hidup Orang Lampung Sesuai Kitab Kuntara Rajaniti

Sigerblogger.com - Falsafah hidup orang lampung yang biasa disebut dengan istilah "Piil Pesenggiri". Ini merupakan harga diri masyarakat lampung dalam hidup bermasyarakat. Istilah "Piil" adalah filosofi masyarakat lampung yang sudah ada sejak zaman dahulu yang selalu dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

Pada masyarakat lampung istilah Piil memang tertera pada kitab kuntara rajaniti yang berisi tentang sejarah, adat budaya masyarakat lampung. Piil yang dimaksudkan adalah cara hidup dan bergaul dengan sesamanya dengan menjunjug nilai-nilai yang terdapat pada piil pesenggiri.

Suku lampung dikenal sebagai salah satu masyarakat yang memiliki peradaban tinggi, terbukti bahwa masyarakat lampung selain memiliki Bahasa Daerah juga memiliki Aksara khas Lampung berupa "Ka, Ga, Nga, Ca, Ja, Nya, Ya, 'A, La, Ra, Sa, Wa, Ha, Gha", beserta anak huruf yang sesuai dengan aturan penulisan aksara lampung.

Jika dilihag dari golongannya, masyarakat lampung terdiri dari dua suku yakni Sai Batin dan Pepadun. Bahasa dari keduanya juga memiliki kosa kata berbeda dalam pelafalannya seperti Dialek A yang dipakai oleh suku lampung Sai Batin, dan Dialek O dipakai suku Pepadun.

Lampung dikenal dengan motto "Sai Bumi Rua Jurai" yang berarti "Satu Bumi Dua Jurai" yang bermakna bahwa Satu Wilayah yang di huni dua suku asli (lampung sai batin dan pepadun) dan pendatang. Dari motto tersebut yang menggambarkan bahawa masyarakat suku lampung asli memiliki jiwa keterbukaan untuk bersama hidup berdampingan dalam membangun bumi lampung. Baca juga: Bediom Tradisi Pindah Rumah Bagi Masyarakat Lampung

Lampung juga merupaka daerah transmigarasi pertama di nusantara, hal tersebut dibuktikan dengab kebadiran para trnasmigrasi yang pertamakalinya pada masa pemerintahan tahun 1905 di daerah kabupaten pesawaran tepat di Bagelen, Gedong Tataan.

Hingga saat ini sebagai bukti sejarah, terdapat museum transmigrasi di kabupaten pesawaran yang menyimpan banyak bukti peradaban masyarakat trasmigrasi di lampung.
Makna Falsafah Hidup Orang Lampung Sesuai Kitab Kuntara Rajaniti

Piil Pesenggiri sebagai harga diri masyarakat lampung sebagai prinsip yang harus ditanamkan pada diri agar memiliki eksistensi yang terbaik. Selain itu, mampu menempatkan diri dengan berbaur bersama masyarakat dan saling tolong menolong.

Untuk lebih jelas mengenai apasaja yang ada dalam piil pesenggiri tersebut, simak penjelasannya sebagai berikut:

Piil peseggiri sebagai pilar utama dari falsafah ulun lampung yang ditopang oleh beberapa penyangga sebagai bagiaannya.

1. Nemui Nyimah

Berasal dari kata Nemui artinya bertamu, dan Nyimah artinya Santun. Makna dari nemui nyimah ini adalah tatacara bertamu atau bersilaturahmi dengan penuh sopan dan santun. Menghargai tamu dengan memberikan jamuan minuman atau makanan ringan untuk di nikmati secara bersama.

2. Negah Nyapur

Kata Nengah artinya terjuan, berkecimpuh, atau ikut serta. Sedangkan Nyapur arrtinya berbaur. Nengah nyapur artinya sifat terbuka dengan memiliki jiwa sosial bermasyarakat. Berbaur bersama dan saling berkumpul baik dengan kenal baru ataupun rekan lainnya.

3. Juluk Adek

Juluk artinya gelar atau nama yang diberikan. Adek artinya nama yang telah dikukuhkan. Juluk Adek memiliki makna tatacara dalam pemberian gelar/adok yang akan disandang selama hidup dan bermanfaat untuk kebaikan orang banyak.

4. Sakai Sembayan

Sakai artinya menerima sesuatu dari luar dengan sikap penuh ikhlas. Sedangkan sembayan atau sambai/sumbai artinya memberi, menolong. Saka sembayan bermakna saling tolong menolong/bergoting royang saling membantu antar sesamanya dengan penuh ke ikhlasan secara lahir dan batin.

Bekerjasama pada lingkungan masyarakat adalah sifat piil yabmbg selalu dilakukan oleh masyarakat lampung guna terwujudnya harapan bersama. Menoling tanpa pamrih dengan penuh cinta terhadap sesamanya.

Pentingnya penerapan Falsafah hidup masyarakat lampung ini terhadap seluruh lapisan mayarakat di lampung agar terciptanya keberlangsungan hidup secara aman, tentram, dan damai. Terkadang diera saat ini makna piil pesenghiri kurang dipahami secara jelas khususnya bagi kalangan pemuda/i.

Sehingga dampak yang terjadi terhadap kurangnya pemahaman tersebut menjadikan rasa gengsi secara personal. Bagi seseorang yang kurang memahami dan salah dalam penapsiran membuat sebagian enggan untuk bertanya atau tidak perlu belajar lebih dalam mengenai banyak hal. Kurangnyabm rasa keterbukaan dan jalinan kerjasama yang baik membuat sifst gengsi semakin membudaya.

Perlu diketahui bahwa dalam istilah bagi masyarakat lampung seperti pada kalimat "10 pandai 11 bertanya". Ini bermaksud bahwa walaupun kita mengetahui banyak hal, tetapi tetap harus banyak bertanya bukan semakin gengsi karena merasa sudah paham.

Masyarakat lampung memang harus menjunjung tinggi nilai-nilai yang tedapat pada Piil Pesenggiri. Dimana kita harus saling silaturahmi bersama, menanamkan sifat keterbukaan dan menjalin kerjasama tang baik. Selain itu menerapkan sikap saling tolong menolong dan penuh sopan santun guna menjadi pribadi yang bernanfaat untuk orang banyak sesuai pada aturan yang ada dalam kitab kuntara rajaniti.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel