Apa Yang Dimaksud Dengan Adat Saibatin?

Sigerblogger.com - Masyarakat Lampung terdiri dari dua suku yakni Sai Batin dan Pepadun. Kedua suku ini memiliki Adat Budaya yang begitu unik dan menarik. Untuk perbedaan keduanya terletak pada Bahasa Dialek, Motif Pakaian Adat, Tradisi Upacara Keadatan, Silsilah Keturunan, dan Daerah Tinggal.

Untuk memberikan pemahan akan kedua suku ini maka akan kita bahas satu persatu, dimulai dari Suku Sai Batin. Jika membahas mengenai pebedaan antara Suku Sai Batin dengan Pepadun maka terdapat 5 Komponen sebagai ciri dalam membedakannya.

Namun, apabila membahas mengenai Perbedaan dari Sistem Adatnya, maka kedua suku ini merujuk ke tradisi, termasuk pada upacara pernikahannya. Inilah pembahasan yang selalu muncul dalam pertanyaan soal di mata pelajaran Muatan Lokal Bahasa Lampung.

Apa Yang Dimaksud Dengan Adat Sai Batin?

Sai Batin adalah Masyarakat Suku Lampung yang tinggal didaerah Pesisir Pantai seperti di Kabupaten Lampung Selatan, Peswaran, Pringsewu, Tanggamus, Pesisir Barat, dan Lampung Barat. Kehidupan tenpat tinggal suku sai batin memang menndiami di daerah pantai. Mereka memanfaatkan lautan untuk mencari nafkah, dan ladang untuk berkebun.

Lalu apa yang dimaksud dengan Adat Sai Batin?, Dimanakah letak perbedaannya dengan Adat Pepadun?.

Adat Sai Batin adalah tradisi budaya yang diwariskan secara turun temurun dan selalu dilakukan berdasarkan kebiasan yang sudah di terapkan sejak dahulu. Untuk bentuk kegiatannya juga berlaku dalam aturan hukum adatnya. Seperti halnya dalam setiap upacara adat yang memiliki perbedaan dari suku pepadun. Baca juga: Perbedaan Masyarakat Lampung Sai Batin dan Pepadun.

Selain itu, Pakaian adatnya pun juga berbeda. Dimulai dari Siger sebagai Mahkota dan Kopiah dari pengantin. Jika dalam Adat Sai Batin Sigernya terdiri dari 7 Lekukan. Ini menandakan terdapat 7 Gelar/Adok yang di simbolkan dengan 7 Lekukan Siger. Tentu berbeda dari Siger Pepadun yang memiliki 9 Lekukan dengan makna terdapat 9 Suku di Masyarakat Pepadun. Baca: Perbedaan Siger Sai Batin Dengan Siger Pepadun

Warna Pakain Adat Sai Batin yakni merah dan Hitam. Sedangkan untuk pepadun berwarna putih. Tak hanya itu, Adat Pernikahan Sai Batin juga terdapat istilah seperti Semanda, Sebambangan, dan Tudau. Pada pelaksaannya juga terdapat sistem jujokh dan lainnya. Jika dalam pemberian Gelar/Adok dalam Suku Sai Batin disebut "Butetah", untuk Pepadun yaini "Pepaccur"

Untuk Adat Pernikahan Sai Batin pada saat prosesi pernikahan maka di kenal dengan istilah Ngunduh Mantu. Nguduh artinya "Memetik/mengambil, dan Mantu adalah menantu". Jadi, Ngunduh Mantu adalah upacara adat pernikahan masyarakat sai batin yang akan mendapatkan menantu. Jika di masyarakat pepadun, upacara ini disebut "Bucangget".

Sebelum dan sesudah acara pernikahan dilaksanakan, maka dilakukan Arak-arakan. Pengantin akan didampingi oleh kaum ibu, bapak dan bujang gadis yang sudah berdandan rapih. Perempuan bertugas bernyanyi dengan nada khas mendayu-dayu sedangkan laki-laki memainkan tabuhan rebana, kulintang, dan menari tarian Hadra atau pencak silat berkeliling kampung.

Tujuannya adalah untuk mensosialisasikan bahwa inilah pengantin yang akan dinikahkan atau yang telah di nikahkan. Keduanya berjalan pelan bersama rombongan dengan payungan dan diapit para dayang-dayang yang disebut "Kebaghu".

Biasanya Kebaghu diambil dari Muli dan Mekhanai yang betugas mendampinginya pengantin secara bersebelahan, atau dibelakang pengantin sembari mengipasi dan sebagai media komunikasi dari pengantin.

Kedua suku ini tinggal secara aman, tentram dan damai di Tanah Sai Bumi Rua Jurai, walupun terdapat perbedaan mengenai tradisi adatnya. Namun keduanya tetap bersatu dengab menjunjung tinggi Falsafah Ulun Lampung yang dikenal dengan Piil Pesenggikhi.

Pada sistem sosial bermasyarakat kedua suku ini tidak pernah terjadi konflik antar suku. Mereka selalu rukun dengan kehidupan adat yang berlaku dimasing-masing suku. Sehingg prioritas dalam sustem bekerja secara bersama-sama inilah yang akan menjadi kekompakan yang selalu mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Sumber foto: @lestarydp)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel