5 Perbedaan Masyarakat Lampung Pepadun dan Saibatin

Sigerblogger.com - Masyarakat Lampung terdiri dari 2 suku asli yang tinggal di Tanah Sai Bumi Rua Jurai yakni masyarakat lampung Pepadun dan Saibatin. Keduanya hidup rukun secara berdampingan bersama penduduk pendatang yang sudah menetap di Provinsi Lampung.

Kedua suku ini hidup dengan menjunjung tinggi Falsafah Ulun Lampung yang disebut "Piil Pesenggiri" sebagai tata cara hidup dan harga diri yang sejak dahulu dijadikan sebagai pedoman hidup di tengah-tangah masyarakat. Baca juga: Makna Falsafah Hidup Orang Lampung Sesuai Kitab Kuntara Rajaniti

Suku Lampung Pepadun dan Sai Batin menjunjung persatuan, rasa persaudaraan, dan saling bekerjasama. Kehidupan masyarakat lampung juga dikenal sangat unik mulai dari adat istiadat, dan warisan budaya leluhur yang sangat beragam. Budaya yang selalu dijunjung dan dilestarikan guna mempertahankan warisan nenek moyang sejak lama.

Provinsi lampung dengan ibukota Bandar Lampung semakin mengalami kemajuan. Didukung peran dari masyarakat dan pimpinannya yang terus bersinergi membangun daerah lampung semakin mengalami perubahan menuju kemajuan.

Perubahan inilah menjadikan dampak positif bagi seluruh masyarakat yang tinggal di Provinsi Lampung. Jika dari segi budayanya, Pemerintah Provinsi Lampung juga selalu melakukan berbagai kegiatan postif salah satunya yakni acara festival kebudayaan guna melestarikan adat dan budaya lampung.
Disaat penyelenggarannya tiba, maka deretan budaya lampung akan di tampilkan dengan unik dan meriah. Disnilah anda akan menyaksikan berbagai keindahan budaya lampung, sehingga dapat dengan mudah untuk membedakan antara masyarakat suku lampung pepadun dan saibatin.

5 Perbedaan Masyarakat Adat Pepadun dan Saibatin

Perbedaan antara masyarakat lampung Pepadun dengan Saibatin ini sebagai bukti bahwa keberagaman dan keunikan tradisi yang sudah turun temurun. Berbeda bukan berarti harus terpecah belah melainkan sebagai bentuk cara masyarakat lain agar lebih mudah mengenalinya. Baca: Apa Yang Dimaksud Dengan Adat Sai Batin?

Masyarakat lampung menjunjung tinggi rasa persatuan dan kebersamaan dalam kekeluargaan. Maka tak heran jika kedua suku lampung ini hidup rukun, tentram, dan damai di Bumi Lampung.

Untuk memberikan pemahaman sebagai pengetahuan anda agar mudah dalam membedakan antara masyarakat lampung pepadun dan saibatin, maka Ada 5 hal yang dapat anda jadikan sebagai rujukan dan sebagai ciri-ciri dari kedua suku ini yakni:

1. Bahasa sehari-harinya.

Hal yang paling mudah bagi anda dalam mengetahui antara lampung pepadun dengan saibatin dari segi bahasa yang digunakan. Lampung pepadun menggunakan dialek O, sedangkan Lampung Saibatin yakni Dialek A.

Contoh bahasa yang digunakan Dialek A dan O;
  • Lampung Pepadun: "Sapa Geghal mu?" Artinya "Siapa namamu?". Contoh lain: Nuwo artinya rumah.
  • Lampung Saibatin "Sapa Gelakh mu?" Artinya "Siapa namamu?". Rumah dialek A yakni Lamban.
2. Pakaian adat.

Selain bahasa dialek, anda dapat mengetahuinya dari Pakaian adatnya. Jika masyarakat lampung pepadun berwarna putih. Mahkota siger berjumlah 9 lekukan untuk pengantin wanita, dan Kopiah emas untuk mahkota laki-laki. Baca: Perbedaan Siger Sai Batin Dengan Siger Pepadu 

Sedangkan untuk lampung saibatin, mahkota siger berjumlah 7 lelukan dengan pakaian adat seperti pernikahan identik dengan warna merah. Kopiah mahkota laki-laki disebut "Ketupung runcing".

3. Kondisi tempat tinggal.

Selanjutnya perbedaan yang dapat anda lihat yakni dari segi tempat tinggal. Dimana masyarakat lampung pepadun mendiami di daerah dataran tinggi sepeti tulang bawang, waykanan, lampung utara, dan lainnya.

Sebaliknya berbeda dengan masyarakat lampung saibatin yang tinggal di daerah pesisir pantai, seperti penduduk di Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, Lampung Barat, dan Pesisir Barat.

4. Asal usul keturunnanya
.

Kemudian dapat anda lihat perbedaanya melalui silsilah keturunannya. Jika masyarakat lampung Pepadun berasal dari kerajaan "Megow Pak Tulang Bawang". Sedangkan masyarakat lampung Saibatin yakni dari kerjaan "Sekala Bekhak di Lampung Barat".

5. Tradisi adat pernikahan.


Tradisi penikahan juga sebagai tanda untul mengenal kedua suku ini. Sebenarnya terletak pada istilah penyebuatnnya saja. Seperti di masyarakat Pepadun disebut "Bucangget" dengan prosesi ritual yang biasa dilakukan. Berbeda dengan masyarakat lampung Saibatin yang disebut dengan istilah "Ngunduh Mantu".

Jika kedua masyarakat ini menggelar upacara pernikahan maka adat yang dijalankan pun sesuai dengan tradisi yang sudah ada sejak dahulu. Termasuk pada tariannya yang ditampilkan. Jika pepadun tarian khasnya yakni melinting, dan sebagainya. Untuk adat sai batin seperti Tarian Hadra dan lainnya.

Itulah 5 ciri yang dapat anda gunakan dalam mengamati kedua suku yang ada di lampung yakni Pepadun dan Saibatin. Informasi ini bertujuan memberikan pengetahuan mengenai suku yang ada di lampung. Jika anda sudah memahami letak perbedaannya maka sangat mudah anda mempromosikan dengan menjelaskan bahwa Lampung itu unik.

Lampung Pepadun dan Lampung Saibatin

Bagi orang awan mungkin masih bingung kenapa lampung memiliki siger dengan lekukan yang berbeda, hal inilah yang akan kita gunakan dalam memberikan jawaban sebagai gambaran bahwa siger itu berbeda lekukan berdasarkan suku masyarakat yang tinggal di Provinsi Lampung.
Biasanya dalam mata pelajaran muatan lokal disebutkan pertanyaan seperti "Apa perbedaan masyarakat lampung pepadun dengan saibatin?, Atau Apa ciri ciri antara masyarakat pepadun dan saibatin?," Pertanyaan semacam inilah yang tepat untuk dijawab dengan pejelasan diatas. Bahwa ada 5 Perbedaan yang paling mencolok antara lampung pepadun dengan saibatin tersebut.

Semoga dengan adanya artikel ini memberikan pemahaman dan manfaat postif untuk kita semua dalam mengenal suku yang ada di lampung dan menambah ilmu pengetahuan mengenai budaya lokal khususnya provinsi lampung. Banyak generasi muda yang membutuhkan informasi ini guna kebutuhan dalam pembelajaran.

Pentinganya memahami kebudayaan lampung sebagai bentuk cinta terhadap Sai Bumi Rua Jurai. Setidaknya selaku masyarakat yang tinggal di lampung bisa mengenali dengan mempelajari budaya yang ada di Lampung. Dampaknya adalah akan tumbuh rasa cinta dan bertindak dalam melestarikan serta mempromosikan mengenai Budaya dan kekayaan yang ada di Provinsi Lampung. Semoga bermanfaat, Tabikpun..!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel