12 Contoh Pribahasa Lampung Dialek A dan O

Sigerblogger.com - Pribahasa adalah Sebuah kalimat yang dibuat secara ringkas, padat dan jelas berisikan nasehat, perumpamaan dalam prinsip hidup, dan sindiran dalam kehidupan bermasyarakat. Pribahasa juga berlaku secara menyeluruh berdasarkan tujuan kalimat yang diutaran. Pada masyarakat Lampung terdapat istilah Pribahasa yang dikemas dalam bentuk Bahasa Lampung.

Seperti Pribahasa pada umumnya, Pribahasa Lampung juga memiliki makna Kias, bidal, berupa pepatah yang disusun dengan kalimat yang tetap. Pribahasa Lampung digambarkan berdasarkan prilaku masyarakat, baik yang positif atau negatif. Celotehan ini muncul berdasarkan fakta yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Pribahasa Lampung sendiri juga masuk dalam bentuk Sastra Lisan Lampung. Hal ini masuk dalam pembelajaran muatan lokal yang terus di kaji guna memberikan pemahaman atas isi dan makna yang tetera dalam setiap Pribahasa yang ada.

Contoh Pribahasa Lampung dalam dialek A berikut ini sangat mudah anda pahami. Disini Pribahasa yang kami muat dengan lengkap meliputi arti dan maknanya. mengingat selain artinya anda juga dapat memaknainya sebagai penjabaran dari Arti Pribahasa tersebut.

Penggunaan Pribahasa Lampung


Pribahasa dalam bahasa lampung juga berisi tentang sindiran dan nasehat kepada seseorang yang dibuat berdasarkan kalimat yang langsung diucapkan. Seperti bahasa daerah lainnya, Bahasa Lampung juga memiliki Pribahasa yang unik dan juga menarik.

Pribahasa lampung dalam kalimatnya juga mengandung unsur nasehat dan sindiran. Pribahasa lampung sejak zaman dulu digunakan masyarakat sebagai perumpaan dalam bercerita dan berkumpul. Pribahasa lampung juga memiliki sifat yang merujuk sebagai pujian, namun ada pula yang bermakna buruk.

Biasanya masyarakat lampung mengeluarkan pribahasa tersebut disaat berkumpul dengan sesama, kemudian saat terlintas dalam obrolan sembari menilai seseorang yang dimaksudkan. Contoh perumpamaannya ketika seseorang memiliki sifat buruk maka akan muncullah penilaian masyarakat dengan pribasa yang bermakna buruk.

Begitu juga sebaliknya, apabila seseorang yang dinilai memiliki perangai baik dan sopan, maka akan terucaplah pribahasa yang baik. Artinya semua itu, dinilai dari orang lain. Hingga perumpamaan tersebut muncul dan selalu dipakai disetiap generasi.

Penggunaan Pribahasa Lampung juga memiliki kalimat yang baku, tertata, dan jelas. Hal ini berbeda pada kalimat Pantun/Puisi,atau wayak lampung  yang tak bisa digunakan dengan istilah majas. Sebab, jika tidak dengan bahasa baku, maka arti dan makanya akan tidak sesuai. Baca juga: Perbedaan Masyarakat Lampung Sai Batin dan Pepadun

12 Contoh Pribahasa Lampung Dialek A dan O

Memahami pribahasa lampung memang harus melihat langsung contoh, arti, dan maknaya. Ini bertujuan agat lebih jelas, kakrena pribahasa lampung itu jumlahnya juga banyak. Minimal anda mampu menghafalkan dan dipelajari.

Untuk mengetahui Pribahasa lampung tersebut, lihat contoh pribahasa Lampung dialek A Beserta arti dan maknanya berikut ini:

Berikut ini contoh 5 pribahasa Lampung yang menggunakan dialek A. Yaitu:

1. "Juk Adu Kena sekandang bumi", artinya: seperti sudah tekrena sekarang bumi. Makanya adalah: sudah bingung dan tak sadarkan diri sehingga putar tak jelas arah.

2. "Utoh Ki gaya, buduit mawat", artinya sudah bergaya, berduit tidak. Makanya adalah: Gaya sudah luar biasa, tapi tak berduit.

3. "Melagak Kidang Tunas", artinya: bergaya tapi sudah, maknanya yaitu: Sudah bergaya seperti orang punya, padahal hidup susah.

4. " Kik Cawa Nangun mababetik, Kidang Perangai Mak kebenoran", artinya: perkataanya sangat bagus, tapi perilaku sangat buruk. Maknanya adalah: perkataan yang tak sesuai dengan prilakunya.

5. "Bung Mak Jaoh Jak Rumpun", artinya: Bung (tunas muda bambu: bahasa Lampung) yang tumbuh tak jauh dari rumpunnya. Maknanya adalah perangai anak yang tak jauh beda dari orangtuanya.

Untuk dialek O kami muat dengan pribahasa yang positif. Sebagai prilaku yang baik untuk dicontoh.

6. Ghiwon angkon (saling perduli antar sesama). Maknanya yakni kita harus selalu memperdulikan orang-orang disekitar kita seperti keluarga, saudara, teman, dan kerabat.

7. Himpun muaghi (kerukunan dalam persaudaraan). Maknanya Dalam hidup kita selalu rukun dan damai secara kekeluargaan.

8.  Sengol mufakat (satu dalam kemufakatan). Maknanya yakni Haris bersatu dengan komitmen yang sama sesuai tujuan cita-cita bersama.

9. Sesakai daleh sumbaiyan (menjunjung tinggi jiwa sosial). Makanya adalah menanamkan jiwa terbuka dan saling berbaur ditengaj masyarakat.

10. Dang seanggunggak pangkalan mandi (hidup dalam kemajuan tanpa menjatuhkan lawan). Maknanya adalah bersaing dengan positif dan menghindari perselisihan.

11. Buadab ghek Buadat (memiliki adab dan karakter yang menjadi harga diri). Maknanya yakni menanamkan sikap yang baik dan selalu beretika, hormat menghormati antar sesama.

12. Ungkuh angkah daleh tumak ninah (berprilaku sopan dan santun). Maknanya sikap yang selalu berbudi pekerti luhur dengan sopan dan santun.

Itulah contoh peribahasa Lampung yang dapat anda gunakan dan di pelajari dalam kehidupan sehari-hari. selain itu, anda juga dapat memaknainya dengan baik dan benar. Perlunya memahami dan mempelajari kebudayaan Lampung termasuk peribahasa dalam bahasa Lampung ini wajib bagi kita. Terlebih bagi kita yang tinggal di provinsi lampung.

Budaya lampung saat ini memang hampir dilupakan. Padahal budaya ini wajib kita banggakan. Semoga budaya lampung terus dilestarikan. Pribahasa diatas juga dapat anda gunakan untuk menjawab soal pelajaran muatan lokal yang anda cari dan sebagai refrensi untuk mempelajari budaya lampung dibagian pengenalan puisi lama daerah lampung. (Sumber foto: @rioandikachrisandi).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel