Budiker Seni Budaya Khas Pesisir Barat Lampung

Sigerblogger.com - Budiker merupakan salah satu Adat Budaya Lampung khususnya di Kabupaten Pesisir Barat. Tradisi ini memang sangat unik dan menarik. Namun tak semua Pekon/desa di pesisir barat yang memakai tradisi ini. Seperti di pedukuhan dan lainnya.

Diketahui Adat Budaya budiker ini dilakukan pada acara tertentu saja seperti pada saat memperingati maulid nabi dan upacara pernikahan. Biasanya beberapa hari sebelum menjelang akad nikah, untuk mengisi kegiatan malam harinya maka dilakukanlah Budiker.

Namun sayang, adat Budiker hanya dilakukan oleh orang tua dan lanjut usia yang terdiri dari kalangan bapak-bapak dan tamong (kakek). Lebih memprihatinkan para pemuda atau Mekhanai saat ini tidak bisa melakukannya. Ini disebabkan kurangnya pemahaman dan dorongan dari pihak terkait mengenai pelestarian budaya ini.

Alat Pengiring Seni Budaya Budiker Masyarakat Lampung

Adat Budiker ini dilakukan dengan menggunakan alat musik rebana sebagai musik pengiringnya. Untuk lantunan lagu yang dinyanyikan berupa ayat-ayat al-qur'an yang khusus untuk dinyanyikan. tabuhan rebana sangat khas serta lagu yang dinyanyikan ini dilantunkan dengan nada yang keras, seperti menjerit dengan nada tinggi dan rendah.

Bagi yang baru pertama kali mendengar atau menyaksikannya secara lansgung, mungkin akan sedikit terganggu dan merasa pening dengan suara yang meraung begitu keras ditambah pukulan rebana yang kuat secara bersamaan.

Tak banyak yang mengetahui budaya ini, sehingga untuk mencari para pemain dari kalangan pemuda tidak ada. Hanya saja orang tua dewasa yang sanggup dan mampu melakukannya. Seharusnya tradisi ini diberikan pemahaman kepada generasi penerus, agar tetap terlestarikan.

kurangnya pemahaman kepada generasi muda sangat minim, selain itu dorongan para pemuda juga tidak ada. Sehingga apabila acara membutuhkan para pemain Budiker, selalu menghadirkan orang-orang dewasa dan lanjut usia yang tak pernah ganti.

Pentingnya pengenalan Seni Budiker ini kepada generasi muda di lampung guna mempertahankan dan melestarikan budaya lampung. Apabila tidak ada generasi penerus, maka kemungkinkan budaya ini akan segera tersingkirkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel