Bediom Tradisi Pindah Rumah Bagi Masyarakat Lampung

Sigerblogger.com - Bediom/Pindah Lamban adalah tradisi pindah rumah yang biasa dilakukan oleh masyarakat Lampung khususnya Suku Sai Batin, seperti masyarakat Pesisir Barat, dan Lampung Barat. Sebuah tradisi yang dilakukan secara turun temurun. Untuk prosesi ini, juga memiliki konsep yang unik dan pasti sangat kental dengan adat yang diwariskan.

Adat Bediom bertujuan yakni sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Swt atas karunia dan nikmatnya guna mendapatkan keberkahan dan perlindungan. Baca juga: Butetah Proses Pemberian Gelar Atau Adok Masyarakat Lampung

Budaya ini dilakukan saat warga akan melakukan pindah rumah baru, dan akan menghuni rumah lama yang sudah di tinggal penghuni. Artinya sebuah cara dalam melakukan perpindahan rumah, baik saat akan menghuni yang baru atau yang lama.

Waktu Pelaksanaan Adat Bediom Masyarakat Lampung

Bagi masyarakat seperti di daerah pesisir Barat dan Lampung Barat memiliki cara tersendiri dalam melakukan tradisi ini, hal yang harus di persiapkan memang begitu terarah, di mulai dari waktu pelaksanaanya. Baca: Kekiceran Warisan Budaya Tak Benda Di Pugung Pesisir Barat

Biasanya menghitung hari-hari baik dalam Islam seperti pada bulan Muharram, Maulud, dan termasuk pada Bulan Haji. Sebab, di bulan itulah yang sangat baik dalam melakukan Tradisi Bediom.

Selain itu, setelah menentukan bulan untuk melaksanakan tradisi ini. Maka terdapat waktu yang tepat untuk memulainya. Jika dalam aturan yang biasa dilakukan oleh masyarkat tersebut maka waktu pindahannya pada saat sebelum Solat Shubuh dan Isya. 

Sehingga sebeblum prosesi ini dilakukan pada waktu yang sudah ditetapkan, maka para kerabat dan keluarga dekat akan berkumpul sejak beberapa hari sebelumnya.


Hal itu, dilakukan guna memberikan bantuan saat akan menggelar upacara adat ini. Sehingga persiapannya pun juga dilakukan secara bersama dan dikonsep oleh tuan rumah bersama pihak minak muakhi lainnya. Termasuk para tetangga yang juga hadir untuk berkumpul membantu mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan.

Konsep Memulai Prosesi Bediom Dalam Pelaksanaannya

Pada saat bulan dan waktunya tiba, maka semua minak muakhi dan para tetangga yang dihajat akan berkumpul dan sekaligus menyaksikan serta membantu membawa peralatan secara seadanya. Ini sebagai bentuk kerjasama yang saling tolong menolong, sebagai sikap ulun lampung berdasarkan Piil Pesenggiri yakni Sakai Semabayan.

Untuk memulai tradisi ini, maka yang paling utama memulai yakni dari Kepala Keluarga yang langsung diikuti oleh Istri dan anak-anaknya. Kemudian para tetangga yang dihajat beserta minak muakhi akan bergegas mengikuti dan langsung menuju Rumah Baru yang akan ditempati sembari membawa peralatan rumah tangga dan sebagainya.
Sebenarnya Adat Bediom ini juga dapat dilakukan secara meriah tergantung kemampuan pihak tuan rumah. Apabila mampu dari secara ekonomi maka acara Bediom juga akan terlihat meriah, seperti tamu undangan yabg ramai dan dengan iringan alat musik khas lampung. 

Begitu juga sebaliknya, jika kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan maka acara ediom dilakukan seadanya dibantu tetangga dan kerabat dekat saja.

Jumlah pengiringnya bergantung pada kemampuan orang yang sedang bediom tersebut. Apabila ia termasuk orang mampu, maka bediom akan berlangsung sangat meriah dengan dihadiri oleh puluhan atau bahkan ratusan orang dan diiringi dengan musik atau lagu tradisional. 

Namun apabila ekonomi orang yang berdiom hanya “pas-pasan” maka para pengiringnya hanyalah sanak keluarga dan tetangga terdekat saja.

Perlengkapan Harus Di Bawa Pada Saat Bediom

Untuk peralatan yang mesti dibawak juga tidak sembarangan. Artinya prosesi ini memang harus di sesuaikan berdasarkan aturan sebagai adat yang memang sudah ada sejak lama. Peralatan tersebut diantaranya adalah: Alqur'an berikut sajadah solat, Peralatan tidur, Alat memasak, Lampu Penernagan, dan Sembako.

Bagi Al Quran dan sajadah khusus untuk kepala keluarga yang memiliki acara, sebap sebagai pemimpin kepala keluarga atau imam bagi keluarganya yang memiliki hajat. Artinya sebagai seorang ayah memang wajib untuk membawa kedua alat tersebut.

Untuk peralatan lainnya maka di bawakan oleh para tetangga dan minak muahkhi. Sesampainya di rumah tujuan, maka paeralatan yang dibawa minak muakhi akan langsung diserahkan kepada kepala keluarga sebagai pemilik hajat. 

Pada saat penyerahan ini juga akan dilakukan doa selamat kepada keluarga yang Bediom tersebut dengan harapan agar berkah dan lancar selalu. Inilah bentuk prosesi adat bediom yang memang sangat menarik untuk trus dilestarikan.

Mari kita pelajari mengenai Adat dan Budaya Lmpung, setidaknya kita mesti memahami dan terus menggalinya, agar Provinsi Lampung mampu mengexpoler Budaya yang mulai terkikis. 

Sebagai masyarakat yang tinggal di Provinsi Lampung mari kita bersama-sama menyebarkan informasi yang positif mengenai Budaya Lampung, dengan harapan agar Budaya Lampung semakin dikenal luas di seluruh negeri.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel