Pengertian Sagata Lampung, Jenis, dan Contohnya

Sigerblogger.com - Sagata salah satu Puisi lama Lampung yang tergolong unik, Hal menarik lainnya bahwa Sagata terkadang tidak memiliki sampiran, karena di setiap barisnya memiliki isi yang bermakna. Hingga saat ini pemahaman mengenai Sagata masih dipelajari dibangku sekolah khusus dipelajaran muatan Lokal.

Pemahaman mengenai Sagata ini memang perlu dilakukan, sebab sebagai salah sayu cara dalam melestarikan budaya lampung. Agra kedepannya Sagata akan tetap terjaga dan dipahami oleh masyarakat Lampung.

Pengertian Sagata Lampung, Jenis, dan Contohnya

Sagata merupakan istilah penyebutan dalam Bahasa Lampung yakni pantun. Pantun/Sagata merupakan pantun lampung yang berisi nasehat dan sindiran dengan sajak ABAB, terdiri dari 2 bait lampiran dan 2 bait akhir sebagai isi yang di maksudkan. Sagata juga tergolong Puisi lama bagi masyarakat Lampung.

Sejak zaman dahulu, Sagata juga dipakai dalam kehidpan sehari-hari sesuai pada tempat dan kondisinya. Misalkan pada uapacara adat seperti pernikahan, biasanya Sagata digunakan diawal sambutan baik dari tuan rumah maupun undangan. Begitu juga dengan Sagata yang bersifat hiburan, digunakan pada saat santai atau berkumpul bersama.

Sagata Lampung memang sangat unik, hal ini berdasarkan pada Bahasa yang digunakan yakni Bahasa Daerah Lampung. Sagata ini memang perlu di pelajari baik dari penggunaan, tekhnik menulis Sagata dan isi pesan yang dimaksudkan harus jelas.

Ini menghindarkan kebingungan bagi pendengar, Sagata juga harus memperhatikan susunan kalimat, dan runtutan kata yang di ucapkan agar terususun dengab baik dan dapat didengar secara jelas.

Menurut aturan sagata, juga memiliki macam-macam jenisnya. Untuk sagata sendiri memiliki semitar 5 jenis. Untuk sistem baitnya juga dikelompokkan berdasarkan tema yang di bahasa. Untuk mengentahui dengan jelas maka simak jenis Sagata Lampung.

5 Jenis Sagata Lampung Berdasarkan Contoh dan Penjelasannya


Perhatikan 5 Jenis Sagata Lampung berikut ini:

1. Sagata Nangguh.

Sagata Nagguh adalah Sagata yang beriiskan makna berpamitan, dimulai dari ucapan salam kepada hadirin, jenis sagat ini digunakan pada saat pertemuan dan perpisahaan. Dimana dari kata Nangguh artinya berpamitan.

Contohnya:
Robbikum ya robbikum
Robbikum sollu ala
Assalamualikum
Jama ketti sai dija

Anatak ija cerita
Cerita tari sinji
Kintu wat salah cawa
Maaf lawan sunyyinni

2. Sagat Buhaga.

Sagata Buhaga adalah jenis sagata yang memiliki rangkaian kata dalam kalimat yang memiliki makna terhadap keinginan seseorang. Baik mengenai masalah keinginaan dalam percintaan sebagai salah satu betuk pengungkapannya.

Contohnya:
Tanno nyak haga nangguh
Jama ketti sai dija
Hangon ku mawat hinduh
Jatuhni talak tiga

Nyak regah sambil miwang
Ki radu reno hamu
Tanno dek tawa mulang
Nyak nutuk mik lamban mu

3. Sagata Nyindekh.

Sagata Nyindekh adalah jenis sagata yang memiliki makna terhadap hal-hal yang kurang berkenaan. Bisa saja ke hal yang baik atau yang buruk. Biasanya meliputi prilaku atau peragai seseorang.

Contohnya:
Lagi lunik ya betik
Balak jadi baruga
Lagi lunik ti kepik
balak ya runta mena

Dang miwang niku anak
Kantu eluh mu bela
Namun lakun ni sanak
Balak ngajong di jawa

Tanno sakik ku sandang
Nyak pubandung di niku
Serba ni sanak kurang
Sesol mulang diniku

Tano sakik ku sandang
Kuk rani sampai dibi
Hurik ku pukakambang
Payah nyak nedos hati

4. Sagata Lalagaan.

Sagata Lalagaan adalah tergolong dalam jenis pantun jenaka yang bersifat hiburan ceria. Makna disetiap baitnya terdiri dari hal-hal yang lucu sebagai media hiburan. Untuk penggunaannya pun juga tak terbatas, bisa disaat bersantai, atau pada kegiatan lainnya.

Contoh:
Api sai handak-handak
Handak kumbang ni kupi
Wat muli buntor pudak
Sapa nihan gelarni

5. Sagata Sanak Ngababang.

Sagata ini meruapakan jenis Sagata Lampung yang berisifat menghibur juga. Saling saut menyaut saat pekerjaan santai dan berkumpul. Namun berisi nasehat berupa ajakan untuk menjaga, dan mengelola dengan baik.

Contohnya:
Batang kandis meralis
Kidang kabegu-begu
Neraka pituapis
Kuselom kinwat niku

Jika dilihat dari lirik sagata dari disetiap baitnya memang sangat unik. Jika penjelasan diatas sudah tertera mengenai pengertian sagata, jenis, contoh, maka sangat perlu diketaui fungsi atau kegunaannya.

Pada masyarakat lampung sendiri, sagata menjadi salah satu budaya yang memiliki nilai seni dimana terdapat pesan-pesan mengenai kehidupan sosial masyarakat yang tuangkan dalam bentuk pantun.

Kegunaan/Manfaat Sagata

Sagata sebagai bentuk pantun yang berisi nilai-nilai moral termasuk sindiran baik yang bersifat baik atau buruknya prilaku seseorang. Selain itu, terdalat amanat juga berdasarkan pengalaman orang-orang terdahulu guna menajdi sebuah pemebelajaran.

Demikian 5 jenis Sagata Lampunh dan Contohnya. Semoga dengan adanya penjelasan diatas mampu memberikan pemahaman untuk anda dalam mempelajarinya. Sagata Lampung memang patut di lestarikan, sebagai budaha warisan yang telah ada sejak zaman dahulu.

Sagata Lampung, memiliki Nasihat yang ditujukan bagi setiap orang. Tentunya bagi para pendengar harus mampu menyerap dan memperhatikan isi kandungan dari setiap Sagata yang diucapkan. Bisa saja sebagai motivasi agar kita bisa lebih bijak dalam berprilaku yang baik dan menjadikannya sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat. (Sumber foto fb: briandeka).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel