Budaya Ngedekor Muli Mekhanai Lampung


Sigerblogger.com - Budaya ngedekor merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh Muli mekhanai di Lampung khususnya dilakukan oleh para bujang gadis yang terkena hajatan. Di masyarakat Lampung para bujamg dan gadis disebut Muli (pemudi) dan Mekhanai (pemuda).

Acara ini dilaksanakan apabila terdapat hajatan dari tuan rumah ataupun dari minak muakhi yang akan melangsungkan acara pernikahan maupun acara sunata dan kegiatan adat lainnya. Biasanya acara ngedekor selalu dilkukan pada acara tesebut.

Budaya Ngedekor Masyarakat Lampung

Jika di masyarakat Lampung sai batin seperti di kecamatan lemong kecamatan pesisir Utara bengkunat dan lain sebagainya budaya ini masih tetap dilaksanakan. Di mana budaya ngedekor ini sudah sejak lama dilakukan hingga sekarang.

Kegiatan ngedekor apabila akan dilaksanakan maka para Muli dan Mekhanai akan dibagi tugas masing-masing. Di mana para Muli biasanya mengerjakan di bagian penggulungan kertas atau pembuatan manik-manik yang akan jadi hiasan ruangan ataupun di depan rumah pemilik acara.

Manik-manik tersebut dibuat dengan potongan-potongan kertas marmer perpaduan antara lem yang telah dibentuk dengan motif yang unik dan menarik. Sehingga setelah terkumpul maka dibentuklah suatu rangkaian yang akan menjadi hiasan.

Sedangkan tugas para Mekhanai yaitu membuat tulisan seperti ucapan selamat datang dan mohon doa restu jika di acara pernikahan dan Kalimat lain yang disesuaikan dengan acaranya.

Kemudian dipadukan dengan rangkaian rangkaian manik-manik yang telah dibuat oleh para Muli tadi. Sehingga semua dekorasi tersebut dapat selesai secara bersama dan langsung dipasang di saat itu juga.

Tujuan dan Peralatan/Bahan Ngedekor

Tujuan:
Sebagai tujuan dari kegiatan ngedekor adalag untuk membatu pemilik hajat dalam meringankan pekerjaannya. Sebab, kegiatan ngedekor/dekorasi memang jiwa anak muda yang dipercaya memiliki kreatifitas yang menarik.

Selain itu, sebagai ajang silaturahmi para muli mekhanai dan menjalin kebersamaan, mempererat rasa persatuan secara tolong menolong. Namun, tak banyak yang memanfaatkan kegiatan pertemuan anatara Muli dan Mekhanai ini untuk saling kenal mengenal lebih dekat hingga terjadi perjodohan.

Bahan:
Untuk peralatan bahan mendekor yang disiapkan seperti karton, gunting, kertas manik-manik, kertas marmer dan sejenis kertas hiasan lainnya, seperti kertas kado dan sebagainya. sebagai pelengkap yaitu lem untuk merekatkan dan striples. juga disedikan pisau kecil jika diperlukan. Baca juga: Nyikut Tradisi Tahunan Menangkap Ikan di Lampung

Biasanya bahan-bahan tersebut sebelum hari H dimulai maka dipersiapkan sejak beberapa hari sebelumnya. Acara ngedekor dimulai pada malam hari sejak pukul 07.00 sampai dengan selesai.

Pada saat kegiatan ngedekor dimulai, Sembari menemani para Muli dan Mekhanai melakukan proses pembuatannya maka mereka dijamu dengan minuman teh dan kopi, rokok untuk mekhanai serta sejenis kue pernikahan atau kue adat yang ada. Setelah selesai acara para Muli dan Mekhanai makan bersama-sama.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel